4 November 2011

# Aktiviti comel

PENGERTIAN & HUKUM IBADAH QURBAN






Qurban atau Udhiah bermaksud menyembelih haiwan yang tertentu jenisnya daripada ternakan yang dikategorikan sebagai al-an'am iaitu unta, lembu (termasuk kerbau), biri-biri dan kambing pada Hari Nahr atau Hari Raya Haji (10 Zulhijjah) dan pada hari-hari Tasyrik (11,12 dan 13 Zulhijjah) kerana bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah.

HUKUM MELAKUKAN IBADAH QURBAN
Imam Syafie berpendapat hukum melakukan ibadah qurban ini adalah sunat Muakkadah iaitu sunah yang amat digalakkan atau dituntut ke atas setiap individu Muslim yang merdeka, berakal, baligh lagi rasyid serta berkemampuan melakukannya sama ada sedang mengerjakan haji ataupun tidak sekurang-kurangnya sekali seumur hidup.


Makruh meninggalkan ibadah ini bagi orang yang mampu melakukannya.


Hukum qurban ini menjadikan wajib jika seseorang itu telah bernazar untuk melakukannnya atau telah membuat penentuan (at-ta'yin) untuk melaksanakannya seperti seseorang berkata "lembu ini aku jadikan qurban". Jika tidak dilakukan dalam keadaan ini maka hukumnya adalah haram.

Daging qurban wajib tidak dibenarkan untuk dimakan oleh yang empunya qurban dan tanggungannya.






Psikologi Qurban

1. Definisi Hari Raya Qurban
Hari raya idul adha/qurban merupakan perayaan yang dirayakan oleh seluruh dunia. Idul adha adalah perayaan yang istimewa untuk memperingati kisah pengorbanan nabi ibrahim yang rela menyembelih putranya yang bernama nabi ismail demi memenuhi perintah Allah SWT.
Dari segi bahasa, qurban berarti dekat, sedangkan dari segi istilah qurban berarti menjalankan perintah agama atau taat kepada Allah karena ingin mendekat kepada NYA

2. Hukum Mengeluarkan Qurban
Hukum melaksanakan ibadah qurban ini adalah sunnah muakkadadah, yaitu sunnah yang dianjurkan kepada setiap indibivu muslim yang merdeka, berakal, baligh, serta mampu menunaikannya sebagaimana ibadah haji.

3. Psikologi qurban
Berdasarka ilmu psikologi nabi ibrahim mengajarkan sebuah pelajaran yang sangat istimewa bagi kita umatnya, nabi ibrahim mengajarakan Tauhid kepada kita, dia mampu membebaskan dirinya dari pengambaan terhadap materi, atau kebendaan. semua itu merupakan wujud penyerahan total dirinya, hartanya, maupun anaknya kepada Allah SWT.
Qurban juga merupakan manifestasi sunnah THE LAW OF DETACHMENT, yaitu kemerdekaan, melepaskan dari semua urusan dunia yang akan menjadi penghalang untuk dekat dengan ALLAH SWT, implementasinya, quban membebaskan diri, hati, ruh, dan jiwa dari kelekatan terhadap sesuatu selain ALLAH, seperti, kekeyaan, martabat, kewibawaan, derajat, dsb.

4. Non Muslim Mengeluarkan Qurban
jika terdapat non muslim mengeluarkan quban, maka jika dilihat dari segi sosial dia telah berusaha membantu meringankan penderitaan kepada sesamanya. jika dilihat dari psikologi, dia belum mampu menyerahkan total dirinya kepada ALLAH, karena dia masih belum percaya kepada ALLAH, jadi bisa dikatakan bahwa seorang pribadi muslaim yang mengeluarkan korban, dia telah mampu melepaskan keterikatannya terhadap sesuatu selain ALLAH, sedangkan seorang pribadi non muslim itu masih terikat dengan sesuatu selain ALLAH. kerena dalam ibadah qurban terdapat pesan substansial yang menegakkan pondasi utama dalam beragama yang merupakan konsekuensi logis dari kalimat LAA ILAAHA ILLAALLAH
secuil argumen ini semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment

Pinkygroupsaid

Si peminjam Hati Tinggalkan Tapak

Popular

Total Pageviews